Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Jika dengan menggunakan Static NAT dan Dynamic NAT maka 1 ip address private diubah menjadi 1 IP public. Seperti pada lab sebelumnya, yang mengubah ip 192.168.15.2 menjadi 15.15.15.50. Lalu, bagaimana jika kita hanya mempunyai 1 IP public saja ?

Maka gunakan PAT karena dengan menggunakan PAT, bukan IP addressnya yang diubah namun protocolnya. Melanjutkan konfigurasi pada lab sebelumnya


Langsung saja :

1. Karena PAT juga menggunakan pool, jadi kita tidak perlu menghapus POOL nya. Hapus
        konfigurasi Dynamic NAT nya saja.


2. Setelah kita hapus konfigurasi Dynamic NAT nya, sekarang coba kita ping dari Client ke server


3. Sekarang kita mulai konfigurasi NAT PAT Nya


4. Sebenarnya NAT PAT masih sama seperti Dynamic NAT, yang membedakan hanyalah
        overloadnya saja
5. Sekarang kita coba tes ping dari client ke server


6. Kemudian verivikasi pada Router 2

Jika pada Static NAT kita mengubah secara manual IP address nya. Jika Dynamic NAT akan membuat pool yang dapat digunakan untuk Client. Topologinya seperti lab sebelumnya
 

Lanjut ke konfigurasi :

1. Masih dengan topologi sebelumnya, isikan ip address pada misng masing perangkat

2. Kemudian masukan ip default-route ke internet


3. Kemudian kita buat pool dan access-list untuk nat nanti


4. Lalu konfigurasi Dynamic NAT dan aktifkan pada tiap tiap interface


5. Kemudian cek ping dari PC/Laptop client ke Server0


6. Cek pada router2


NAT digunakan untuk mengubah alamat IP Private menjadi IP Public. Ini dikarenakan pada Internet tidak dikenal IP Private. Dengan static NAT kita akan mengubah IP Private menjadi IP Public secara manual.



Melanjutkan konfigurasi pada lab sebelumnya. Anggap saja Router1 dan Server0 adalah internet.

Langsung saja ke konfigurasi :
1. Kita isikan semua ip address pada masing masing perangkat
2. Lalu tambah kan default-route ke internet


3. Sekarang coba kita ping dari Router2 ke Server0


4. Dan ping dari client (PC1 dan Laptop2) ke server


5. Sekarang kita konfigurasi Static NAT yang akan mengubah IP address 192.168.15.2 menjadi 15.15.15.50 dan IP192.168.15.3 menjadi 15.15.15.100.


6. Aktifkan NAT pada interface. Lokal=inside, Internet=outside


7. Lakukan pengecekan dengan ping pada PC1 dan Laptop2 ke Server0


8. Lakukan juga pengecekan pada Router2


9. Telah terlihat bahwa ip address telah berubah

Jika menggunakan standard access list kita memblock maka semua service akan terblock. Jika menggunakan Extended ini, kita dapat memblockservice tertentu saja, yang lain dapat digunakan. Angka yang digunakan adalah 100-199.  

Sekarang tujuan kita adalah :

        1. PC1 tidak bisa ping namun bisa membuka http Server
        2. Laptop2 bisa ping namun tidak bisa membuka http Server

Lanjut ke Konfigurasi :

1. Hapus terlebih dahulu konfigurasi Standard Access-List pada Router2.


2. Sesuai dengan tujuan kita, sekarang kita coba akses dulu http server dari masing masing
       PC/Laptop


3. Sekarang konfigurasi extended access-list. Namun sekarang kita menggunakan metode nama.  
        Kali ini saya akan menggunakan nama BLOKIR, nama dapat disesuaikan.


        Keterangan :
       - Deny icmp host 192.168.15.2 host 200.200.200.2 --> adalah menolak paket ping atau icmp
                dari alamat ip 192.168.15.1
       - Deny tcp host 192.168.15.3 host 200.200.200.2 eq www --> adalah menolak paket tcp dari
                alamat ip 192.168.15.2

4. Lalu aktifkan interface nya, jika pada interface fa0/1 berarti OUT. Jika pada interface fa0/0 berarti IN. Kita aktifkan pada interface fa0/0 berarti IN.


5. Kemudian kita lakukan pengecekan
        Pada PC1 (Tidak bisa PING, tapi bisa Aksess ke HTTP Server)



   
     Sedangkan Pada Laptop2 (Bisa PING, tapi tidak bisa Aksess ke HTTP Server)



6. Pengujian pada Server0


Access-list sama seperti firewall yaitu digunakan untuk memfilter paket. Bisa juga digunakan untuk menandai paket lalu di lanjutkan dengan mengkonfigurasi fitur yang lain seperti NAT, EIGRP dll. Access-list ada dua yaitu :
1. Standard Access-list (1-99)
2. Extended Access-list (100-199)


Tujuan utama kita adalah Laptop2 akan di block jadi tidak bisa terhubung ke jaringan luar, namun masih bisa terhubung ke jaringan lokal (PC1).

Langsung kita konfigurasi saja :

1. Silahkan atur ip address pada masing masing router
        Router 1


      Router2


2. Kemudian masukan juga ip address pada PC1 dan Laptop2
        PC1


       Laptop2


      Server0


3. Kemudian kita konfigurasi EIGRP dengan AS 15 pada masing-masing router agar dapat saling           terhubung
        Router1


Router2


4. Kemudian lakukan pengecekan pada masing – masing PC, Laptop dan Server Dari PC1 ke        
        Laptop2 dan Ke Server0
        Laptop2


Server0


5. Sekarang antar perangkat sudah bisa saling ping. Kemudian kita konfigurasi Standard Access-
        list agar Laptop2 tidak bisa terhubung ke jaringan luar, namun masih bisa terhubung ke PC1
6. Setting pada Router2


7. Kemudian lakukan tes ping lagi dari Laptop2 ke Server0


              Gambar 1 adalah Ping dari Laptop2 ke server0 sebelum konfigurasi Access-List
              Gambar 2 adalah Ping dari Laptop2 ke server0 setelah konfigurasi Access-List

8. Sekarang coba ping dari PC1 ke Server0



Pada pembahasan ini kita akan membahas tentang HDLC, HDLC atau High Level Datalink Control, HDLC ini digunakan sebagai WAN protocol, yaitu menghubungkan network antar lokasi yang berjauhan, seperti Jakarta dan Papua. dan HDLC ini biasanya menggunakan kabel serial dan merupakan cisco proprietary dan encapsulasinya secara default.


Kita langsung konfigurasi

1. Pertama silahkan isikan ip address pada masing-masing router
         Router1
 

      Router2


2. Lalu, aktifkan hdlc nya pada masing-masing router
        Router1
 

Router2


3. Kemudian, lakukan pengecekan apakah HDLC nya sudah aktif atau belum pada masing-masing router:
Router1
 

Router2


4. Lakukan pengecekan dengan ping dari Router1 ke Router2


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget